Di masa pandemi seperti ini, berbagai usaha dan kreativitas benar-benar diuji. Mulai dari menurunya daya beli, ketersediaan stok terbatas hingga perputaran uang yang lambat. Mau tidak mau, suka atau tidak, maka dibutuhkan kemampuan dan semangat lebih untuk mempertahankan bisnis yang sedang berjalan. Seperti yang terjadi pada salah satu usaha kuliner rekan saya.
Awalnya, dia memulai bisnis kuliner dari keisengan membuka booth pada minimarket di sekitar tempat tinggalnya. Kuliner yang dijual cukup sederhana tetapi kekinian, namanya “Sostel-Sosis Telur” dengan berbagai pilihan topping dan saos. Dari satu menu, muncullah menu varian pendamping seperti minuman green tea dengan vla keju hingga kopi creamy.
Pengembangan varian makanan, ternyata juga diikuti dengan pengembangan jumlah omzet. Sehingga memutuskan untuk menyewa salah satu ruko di sekitar jalur utama dan dijadikan sebagai kedai usaha kuliner. Seiring waktu berjalan, berbagai sistem managemen usaha kuliner diterapkan.
Sebut saja, pemilihan varian menu terlaris, analisis stock & demand, proses menjaga kualitas bahan makanan hingga promosi pada berbagai media sosial. Semua berjalan lancar sesuai harapan hingga pandemi melanda, maka secara perlahan masalah timbul.
Menurunnya daya beli masyarakat akibat stay at home, hingga ketersediaan bahan baku dari pemasok yang tidak stabil membuat usaha kuliner tergoncang. Tetapi, bukannya setiap cobaan selalu saja ada jalan keluar? Begitupun juga dengan bisnis makanan.
Meskipun pandemi, bukan berarti harus menyerah begitu saja. Ada dua hal penting yang bisa diterapkan secara umum agar usaha kuliner tetap berjalan. Pertama adalah strategi penjualan makanan dan kedua adalah pemilihan supplier sembako yang tepat.
Strategi Usaha Kuliner
Penyesuaian metode penjualan
Memiliki usaha kuliner saat ini, tidak hanya mengandalkan konsumen datang langsung ke tempat kita tetapi juga harus mempertimbangkan layanan pesan antar.
Mulai dari membuka layanan pesan antar sendiri atau bekerja sama dengan aplikasi layanan antara online yang sudah banyak beredar. Dengan begitu, usaha makanan milik kita bisa menjangkau pangsa pasar lebih luas.
Baca juga: Pelatihan Barista dan Usaha Warung Kopi
Pemilihan menu yang tepat
Memiliki usaha kuliner, harus mempertimbangkan varian menu yang tepat agar bisa meningkatkan omzet penjualan. Jika hanya satu varian menu, artinya pembeli hanya memiliki kesempatan menikmati satu menu tersebut saja, tetapi jika memiliki 4-10 varian menu, itu artinya pembeli berpeluang menikmati semua varian sehingga total item yang dibeli meningkat.
Selain itu juga harus menganalisis menu-menu yang sering dibeli dan jarang dibeli agar tepat dalam memperhitungkan bahan dalam proses produksi.
Optimalisasi jam buka
Memiliki usaha kuliner sebaiknya memperhatikan jam operasional sesuai menu yang dijual. Contohnya, jika menu yang dijual khusus untuk sarapan saja maka optimalkan jam buka resto dari pukul 6 - 10 pagi. Tujuan dari optimalisasi jam buka, sudah pasti untuk efisiensi biaya operasional.
Menyediakan budget promo
Bagi para pemilik usaha kuliner, budget promo biasanya ditiadakan. Nah, mulai sekarang sudah harus mempertimbangkan dalam penyediaan anggaran promo. Tujuannya sederhana, agar produk yang kita miliki lebih dikenal oleh konsumen target.
Beberapa media promo sederhana adalah dengan menggunakan media sosial. Cukup menyediakan waktu dalam membuat akun medsos dan kuota data intermet.
Selain strategi dalam menjalankan usaha kuliner, juga perlu mengetahui dan menerapkan tips dalam memilih supplier sembako yang mendukung usaha kuliner kita.
Tips memilih supplier sembako untuk usaha kuliner
Ketersediaan stock yang mumpuni
Memilih supplier untuk menunjang bisnis makanaan yang kita miliki harus memiliki kemampuan ketersedian stock cukup baik. Hal ini sangat penting karena ditengah ketidakpastian, ketersediaa stock yang terjaga mampu menghilangkan kekhawatiran akan kurangnya bahan baku. Apalagi untuk bisnis kuliner, kurang satu bahan baku saja akan mempengaruhi cita rasa dan kualitas makanan yang dihasilkan.
Kualitas yang terjaga
Selain jumlah stock yang mumpuni, maka sangat penting bagi para penyedia bahan baku untuk menjaga kualitas barang dijual. Penentuan kualitas juga biasanya sudah dikelompokkan dalam grade-grade tertentu terhadap harga.
Untuk kualitas terbaik biasanya memiliki harga lebih tinggi dibandingkan kualitas barang pada grade dibawahnya. Supplier yang mampu menjaga kualitas terbaik sesuai harapan dan permintaan sangat penting untuk menunjang bisnis kuliner yang kita miliki.
![]() |
Harga reasonable
Beberapa bahan pokok, ketika tidak sedang musim, maka harganya akan melambung tinggi tetapi jika lagi musim maka harganya akan cenderung turun. Hal ini adalah wajar. Tetapi, memilih supplier yang baik dalam menunjang keberlanjutan usaha kuliner adalah mereka yang menjual bahan dengan harga reasonable. Artinya harga yang wajar.
Kemapuan dalam survey harga sangat penting untuk mengetahui apakah pemasok memiliki harga reasonable atau terlalu mahal. Setelah itu barulah memilih supplier bahan baku yang menyediakan harga wajar.
Jarak tempuh terjangkau dan terjadwal
Pernah merasa kesulitan dalam menjalankan bisnis karena lokasi penyedia bahan baku untuk usaha sangat jauh? Bahkan berada diluar kota. Nah, disinilah pentingnya mengetahui keberadaan pemasok material untuk usaha kuliner kita. Memilih pemaosk dengan jarak tempuh terjangkau hingga memiliki layanan pengiriman terjadwal adalah salah satu tips untuk tetap memperlancara usaha kuliner di masa pandemi.
Jika sudah tahu tips memilih supplier bahan baku, ternyata saat ini sudah ada GoFresh sebagai marketplace supplier kebutuhan bahan baku usaha kuliner.
GoFresh, Marketplace Bahan Baku untuk Usaha Kuliner
Kemunculan GoFresh sebagai marketplace adalah salah satu solusi dalam mengatasi kendala usaha kuliner terkait ketersediaan stock bahan baku.
Beberapa alasan, mengapa GoFresh layak menjadi partner supplier restoran untuk mendukung usaha kuliner diantaranya:
1. Gratis ongkos kirim; memilih belanja sembako dengan minimal pembelanjaan 300ribu maka para pengusaha kuliner akan dibebaskan biaya ongkos kirim.
2. Mudahnya dalam proses pembayaran; salah satu keuntungan jika memilih belanja bahan baku di GoFresh adalah proses pembayaran cashless dan beragam pilihan seperti penggunaan virtual account, Alfamart, GoPay dan kartu kredit.
3. Fleksibilitas dalam memilih waktu pengiriman; ketika belanja bahan baku di GoFresh maka kita bisa mengatur tanggal dan waktu pengiriman sesuai yang diinginkan sehingga bagi para pemilik usaha kuliner bisa menerapkan konsep FIFO (first in first out) yang fleksibel pula.
Dengan kelebihan yang ditawarkan oleh GoFresh, maka sudah sewajarnya para pelaku usaha kuliner beralih ke GoFresh. Selain menawarkan berbagai keuntungan juga yang pasti mendukung proses penanganan pencegahan pandemi melalui pembelian bahan baku secara online.


