Semua review disini murni pendapat pribadi dan tidak berniat menjelekkan atau mengagungkan karya orang lain. Setiap orang memiliki selera bacaan masing-masing. Terima kasih.
![]() |
| Katarsis (sumber: goodreads) |
Judul: Katarsis
Penulis: Anastasia Aemilia
Tanggal Terbit: 11 Maret 2019
Jumlah Halaman: 272 halaman
ISBN: 9789792294668
Bahasa: Indonesia
BLURB
ka·tar·sis: n (Psi) cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dengan membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dengan bebas; (Sas) kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian9batin9akibat9suatu9lakuan9dramatis.
Seluruh keluarganya tewas dalam pembunuhan sadis, sementara Tara ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kotak perkakas kayu. Dengan bantuan Alfons, psikiaternya, polisi berusaha menemukan sang pembunuh lewat Tara yang mengalami trauma berat. Teka-teki pembunuhan ini makin membingungkan setelah muncul Ello, pria teman masa kecil Tara. Kematian demi kematian meninggalkan makin banyak tanda tanya. Apakah Tara sesungguhnya hanya korban atau dia menyembunyikan jejak masa lalu yang kelam?
BACA JUGA: [REVIEW] NOVEL PEMBUNUHAN ZODIAK TOKYO - SOJI SHIMADA
REVIEW (Spoiler Alert!)
Kali ini aku gak akan memberikan sinopsis singkat untuk buku ini karena takutnya aku malah menjabarkan seisi bukunya karena tipis banget cuma 200an halaman. Tapi, di bagian review ini aku akan sedikit-sedikit menjabarkan ceritanya karena agak susah ya kalo tidak dibahas isinya.
Buku yang menceritakan tentang Tara, si Gadis yang Selamat padahal sekeluarga habis dibabat oleh perampok, katanya, menjadi buku yang cukup bikin pusing dan mual bagiku sendiri ya. Btw, bagi para pembaca yang tidak kuat mentalnya jika harus berhadapan dengan darah dan pembunuhan mungkin harus berpikir ulang deh.
Buku ini memang dengan sangat lugas banget menceritakan adegan potong-memotong tubuh, tusuk-menusuk, dan berbagai kekerasan yang terjadi di buku ini semuanya digambarkan dengan sangat nyata. Apalagi aku yang lumayan sering nonton drama Korea berbau seperti jadi makin mudah banget bayanginnya dan itu yang bikin aku merinding. Kalau nonton apalagi drama Korea biasanya di sensor halus jadi tak terlalu ngerilah tapi kalo baca buku datangnya itu dari pemikiran kita sendiri dan itu yang gak bisa di rem. Tapi, ada juga kok yang meng-claim dirinya gak masalah dengan adegan seperti ini makanya ini memang tergantung orangnya masing-masing.
Jadi, titik berat ceritanya ada pada Tara dan Ello. Tara si tokoh utama ini juga tidak bisa dibilang innocent, karena di buku ini aja sejak kecil dia udah digambarkan punya pikiran yang amat sangat sadis. Aku percaya gak percaya sih waktu bagian menceritakan Tara yang baru berumur 5 tahun tapi sudah bisa memiliki pikiran untuk benci dengan orang tuanya sendiri tanpa alasan yang sejujurnya sampai buku ini tamat aku gak terlalu paham. Bahkan aku sampe mikir apakah Tara ini anak angkat ya tapi gak ada indikasi kesana lho. Apalagi jadi remaja ia makin sadis, pemikiran dan perbuatannya jadi makin buas banget tapi disisi lain ia juga playing victim. Ini yang benar-benar gak masuk di akal aku sih. Aku emang gak terlalu paham dengan masalah kejiwaan makanya aku juga gak berani judge aneh-aneh tentang Tara ini.
Ello mungkin muncul hanya diawal dan baru memiliki banyak scene ketika telah dewasa dan bertemu dengan Tara lagi. Tapi, ia sama sadisnya dengan Tara dan juga memiliki sifat posesif yang mengerikan. Didukung keluarganya yang sama aja jadi makin membuat Ello ini mengerikan.
Kisahnya agak campur-campur sih menurutku di dalam buku ini. Pada satu sisi akan menceritakan kisah asli Tara dan juga yang ia hadapi setelah malam brutal itu. Lalu, ada juga kisah pembunuhan berantai yang juga muncul di sela-sela kehidupan Tara lalu ada juga kisah balas dendam dan keposesifan Ello. Dan semuanya bikin aku agak bingung untuk mengikuti meskipun memang semua kisah itu memiliki benang satu sama lain.
Paling menyebalkan lagi, buku ini dibagian tengahnya diceritakan oleh dua sudut pandang yaitu Tara dan Ello. Menyebalkan kenapa? Karena tidak ada penjelasan sekarang siapa yang sedang bercerita. Dan menurutku ini jadi salah satu kekurangan buku ini, menyebabkan pembacanya misleading. Setelah terbiasa dengan sudut pandang Tara tiba-tiba narasi yang dibawakan itu tidak nyambung dengan cerita Tara padahal gaya bahasanya atau bicara atau pemikirannya sama seperti Tara tapi ternyata yang sedang berbicara adalah Ello. Nah, ini yang kadang bikin bingung saat baca.
Aku akui buku ini emang page turner banget sih, karena penasaran. Penasaran apalagi yang akan terjadi dan buat kita makin pengen baca terus dan ini menjadi nilai plus buat buku ini. Apalagi bukunya yang tak terlalu tebal bisa ditamatin dalam 1 hari lho. Untuk ending-nya sendiri aku puas gak puas sih. Ada yang bilang gantung tapi menurutku sih engga ya, udah jelas dan emang itu ending yang terbaik yang bisa dipaparkan. Meskipun bukan happy ending seperti yang diharapkan karena kalau baca buku ini sepertinya tidak ada yang layak untuk happy deh.
Secara pribadi menurutku buku ini lumayanlah bikin merinding dan bagi yang suka psikologikal thriller cocok banget deh baca buku ini! Aku secara pribadi akan kasih 3,5/5 bintang untuk buku ini. Cerita yang bagus meskipun tadi aku sempet kesel karena agak bingung siapa yang sedang bicara.
Jadi apakah teman-teman ada yang udah pernah baca buku ini juga? Atau ada yang sedang dan berencana untuk baca? Boleh banget ya share-share cerita kalian 😊
