STRATEGI PELAKSANAAN
WORKSHOP TEFA
Workshop Koordinasi Stakeholders Pengembangan Teaching Factory (TEFA) Tahun 2015 dilakukan sebagai berikut.
1. Kerja kelompok berdasarkan rencana pengembangan TEFA yang sejenis.Kerja kelompok menyusun rencana usaha dan rencana implementasi sesuai format di bawah ini.
2. Presentasi hasil kerja kelompok.
3. Penugasan individual (per sekolah) untuk diselesaikan di sekolah masing-masing.
4. Pelaporan dan penilaian terkait tugas untuk menilai kelayakan rancangan TEFA. Dinilai saat kunjungan pendampingan, sekaligus penyempurnaan.
BAB II
PETUNJUK TEKNIS
PENGEMBANGAN TEFA
Kegiatan Teaching Factory dan techno park yang akan dilaksanakan oleh sekolah melalui proses analisis kondisi dan potensi. Adapun analisis kondisi dan potensi sekolah saat ini dan yang akan datang dikembangkan oleh sekolah dengan membuat prioritas yang akan diproduksi dalam TF dan TP.
1. Analisis Kondisi dan Potensi
Menginventarisir kondisi lingkungan sekolah dengan mengelompokkan kondisi internal dan eksternal. Kekuatan, peluang, kelemahan dan tantangan yang dialami sekolah saat ini untuk menentukan prioritas pilihan proses produksi yang dipilih dalam TF dan TP.
Aspek-aspek internal dalam analisa kondisi sekolah diantaranya Kurikulum, Sumber daya manusia, Fasilitas, Pembiayaan, Manajemen. Adapun aspek eksternal meliputi Potensi Daerah,dan Mitra Industri Sekolah.
a. Kurikulum
Yang dilakukan disekolah saat ini dan yang akan dikembangkan ke depan sesuai dengan renstra. Melakukan sinkronisasi kurikulum dengan industri.
b. Sumber Daya Manusia
Sumber daya Manusia Sekolah dan mitra industri pasangan sekolah yang akan dijadikan team proses produksi TF dan TP
c. Fasilitas
Fasilitas yang dimiliki di sekolah sebagai fasilitas penunjang dalam TF dan TP
d. Pembiayaan
Pembiayaan proses pembelajaran dan proses produksi TF dan TP untuk efisiensi anggaran (RAPBS/RKAS)
e. Manajemen
Pengelolaan SDA dan SDM untuk proses pembelajaran dan proses produksi TF dan TP yang telah dilakukan saat ini akan menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar.
f. Potensi Daerah
Mapping potensi daerah atau potensi masyarakat yang bisa dijadikan data penunjang untuk melakukan program dari TF dan TP.
g. Mitra industri Sekolah
Menginventarisir mitra industri yang akan menjadi pendamping proses produksi dari TF dan TP.
Adapun format inventarisir kondisi dan potensi dapat dilakukan seperti contoh dibawah ini:
2. Analisis Kondisi dan Potensi
| Aspek | Kondisi Saat Ini | Potensi Usaha yang Dapat Dikembangkan | |||
| Kekuatan | Kelemahan | Peluang | Ancaman/ Tantangan | ||
| 1. Kurikulum | | | | | |
| 2. Sumber Daya Manusia | | | | | |
| 3. Fasilitas | | | | | |
| 4. Pembiayaan | | | | | |
| 5. Manajemen | | | | | |
| 6. Potensi Daerah | | | | | |
| 7. Mitra Industri | | | | | |
Penjelasan:
a. Aspek diisi dengan parameter Teaching Factory
b. Kondisi saat ini : diisi dengan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada saat ini
c. Potensi: diisi dengan aspek yang kemungkinan dapat dikembangkan kedepan dengan melihat kondisi saat ini.
2. Penyesuaian Kondisi
Penyesuaian kondisi berisi potensi usaha yang dapat dikembangkan, prioritas usaha dan Langkah kerja usaha.
Potensi Usaha
yang dapat dikembangakan antara lain meliputi bidang:
1. Teknologi Industri
2. Bisnis Manajemen
3. Pariwisata
4. Seni dan Kria
5. Pertanian
6. Perikanan
7. Teknologi Informasi
8. Teknologi Kesehatan dll...?????
Prioritas Usaha
Setiap sekolah harus menganalisis tentang kekuatan/kemampuan dalam memilih usaha dengan mempertimbangkan kurikulum, SDM, Fasilitas, Pembiayaan, Potensi Daerah dan Mitra Industri.sehingga bisa menentukan prioritas usaha apa yang akan dikembangkan.
Langkah Kerja Usaha
Langkah kerja usaha meliputi
| 1. Manajemen Teaching Factory |
| 2. Bengkel-Lab |
| 3. Pola Pembelajaran - Training |
| 4. Marketing – Promosi Teaching Factory |
| 5. Produk – Jasa |
| 6. Sumber Daya Manusia Pengelola Teaching Factory |
| 7. Hubungan Industri |
Pengisian format
| Potensi Usaha yang Dapat Dikembangkan | Prioritas Usaha | LangkahKerja Usaha |
| | | |
Penjelasan:
a. Potensi usaha diturunkan dari format 1.
b. Prioritas usaha di isi dengan memilih dari beberapa potensi usaha 1
c. Langkah kerja diisi dengan langkah-langkah yang dilakukan pada waktu memulai usaha
3. AnalisisKurikulumBerbasisTEFA
| Prioritas Usaha/ Produk | Jenis Produk | Uraian Pekerjaan | Kompetensi Dasar yang Dibutuhkan | Mata Pelajaran | Kelas | Kompetensi Keahlian |
| | | | | | | |
| | | | | | | |
Petunjuk pengisian kolom :
1. Usaha dan produk yang diprioritaskan (produk unggulan)
2. Spesifikasi/jenis produk yang dihasilkan berdasarkan pesenan/order
3. Proses pengerjaan produk/jasa yang dihasilkan
4. Diisi dengan kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam proses pengerjaan produk/jasa
5. Diisi dengan mata pelajaran yang berkaitan dengan KD
6. Diisi dengan kelas dimana KD tersebut diajarkan atau dibutuhkan
7. Diisi sesuai dengan paket keahlian dimana mata pelajaran terkait
4. Proses Bisnis dan Pembelajaran (Rencana kegiatan usaha melalui TEFA)
a. Analisis Kompetensi Dasar dan Aktifitas Belajar Siswa
| Uraian Pekerjaan | Kompetensi Dasar yang Dibutuhkan | Aktifitas Peserta Didik |
| | | |
| | | |
| | | |
Petunjuk Pengisian :
Kolom 1:Uraian Pekerjaan diisi dengan Pekerjaan Produksi perkomponen pekerjaan
Kolom 2: Kompetensi dasar diisi dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk membuat produk/jasa
Kolom 3 : Kompetensi Yang ada Dikurikulum diisi dengan Kurikulum yang berlaku sesuai pekerjaan
Kolom 4 : Aktifitas Peserta Didik diisi dengan Kegiatan yang dilakukan oleh Siswa selama produksi
5. Pelaksanaan Program
a. Realisasi TEFA
| Pesanan | Analisis Pekerjaan | Kelayakan Pekerjaan | Pelaksanaan Pekerjaan | Kendali Mutu | Penyerahan Produk |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| | | | | | |
| | | | | | |
| | | | | | |
PetunjukPengisian
Kolom 1 : Jenis pekerjaan (barang/Jasa)
Kolom 2 : Alat dan bahan, jumlah, harga, waktu, sdm
Kolom 3 : Layak/tidak layak disertai alasan
Kolom 4 : Sesuai dengan aktifitas yang direncanakan ( form 4b )
Kolom 5 : Pekerjaan sesuai standar/pesanan
Kolom 6 : Bukti fisik serah terima sesuai SOP
| Non Pesanan | Analisis Pekerjaan | Pelaksanaan Pekerjaan | Kendali Mutu | Pemasaran | Penyerahan Produk |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| | | | | | |
| | | | | | |
| | | | | | |
Petunjuk Pengisian
Kolom 1 :Jenis pekerjaan (barang/Jasa)
Kolom 2 :Pasar, Alat dan bahan, jumlah, harga, waktu, sdm,
Kolom 3 :Sesuai dengan aktifitas yang direncanakan ( form 4b )
Kolom 4 :Pekerjaan sesuai standar
Kolom 5 :Display, on-line / off-line, media lain yang relevan
Kolom 6 :Bukti fisik serah terima sesuai SOP
b. Layananpurnajual (jika diperlukan)
| Nama Produk/Jasa | Jenis Produk/Jasa | Bentuk Layanan Purna Jual |
| 1 | 2 | 3 |
| | | |
| | | |
| | | |
Petunjuk Pengisian
Kolom 1:Sesuai produk/Jasa (contoh : Busana/servis sepeda motor)
Kolom 2:Sesuai Jenis produk/Jasa (contoh : Kerudung/servis ringan)
Kolom 3:Garansi Jenis produk/Jasa (contoh : perbaikan atau penggantian/masa garansi)
Evaluasi Implementasi TEFA
| Aspek | Kondisi Ideal |
| 1. Proses Pembelajaran | 1. Pelatihan yang dilaksanakan sudah berbasis kompetensi dan produksi mengacu pada Kurikulum 2013 dan atau Kurikulum 2006 2. Keterlibatan guru dan siswa secara penuh dalam kegiatan teaching factory 3. Adanya sinkrnosasi kurikulum sekolah dengan industri 4. Proses pembelajaran berbasis kewirausahaan |
| 2. Pengaturan Waktu Pembelajaran | 1. Terintegrasi dengan jadwal pembelajaran 2. Tersedia jadwal produksi diluar jam pembelajaran 3. Tersedia jadwal piket produksi 4. Tersedia jadwal prakerin/magang di industri pasangan pendamping TEFA |
| 3. Ketercapaian Kompetensi Siswa | 1. Kompetensi yang diperoleh siswa sudah sesuai dengan kebutuhan industry 2. Ketercapaian KKM atau KB 3. Analisis kesesuaian kompetensi yang dibutuhkan 4. Pemetaan kompetensi yang akan diterapkan di TEFA |
| 4. Perencanaan Produksi | 1. Analisis kondisi dan potensi 2. Penyesuaian kondisi 3. Analisis/penyesuaian kurikulum berbasis TEFA 4. Rencana kegiatan berbasis TEFA |
| 5. Pelaksanaan Produksi | 1. Pelaksanaan pekerjaan 2. Kendali mutu 3. Layanan berkualitas dan tepat waktu 4. Pelaksanaan produksi sesuai K3 dan GMP |
| 6. Pemasaran | 1. Marketing dan promotion plan 2. Media komunikasi dan promosi untuk TEFA 3. Jangkauan pasar 4. Adanya pemetaan konsumen |
| 7. Layanan Purna Jual | 1. Adanya garansi 2. Penyediaan suku cadang 3. Pelayanan pemeliharaan dan perbaikan 4. Fasilitas dan sarana purna jual |
| 8. Kelembagaan | 1. Legalitas Formal (SK) Pendirian Kepala Sekolah 2. Adanya struktur organisasi dan jobdes 3. Adanya Industri pendukung 4. Sertifikat produk/jasa |
| 9. Keuangan | 1. Sumber dana TEFA Seperti APBN, APBD Prov, APBD Kota/Kab. Dan pihak ketiga yang tidak mengikat 2. Penerapan administrasi keuangan sesuai standard keuangan, Seperti. Pajak, uang service kariyawan 3. Transparansi laporan keuangan melalui rapat laporan hasil keuangan secara rutin, bulanan, triwulan & semester, serta tahunan 4. Pemanfaatan keuangan TEFA untuk sepenuhnya menunjang peningkatan proses pembelajaran seperti : a. Pemanfaatan asset/alat/fasilita b. Pembelian buku-buku referensi yang relefan dengan TEFA c. Pemilihan peralatan IT pendukung opresional TEFA d. Kesejahteraan keluarga besar sekolah |
| 10. SDM | 1. Memiliki guru sebagai tenaga ahli produksi standard industri 2. Jumlah SDM terlatih di setiap usaha sudah memadai 3. Distribusi pekerjaan dan kewenangan sesuai SOP 4. Teamwork saling mendukung |
| 11. Fasilitas | 1. Memiliki peralatan yang sesuai 2. Tata kola penggunaan alat 3. Manajemen maintenance, repair dan kalibrasi 4. Layout bengkel |
1. Intrumen penilaian
| NO | INDIKATOR | NILAI | ||||
| 4 | 3 | 2 | 1 | 0 | ||
| 1 | Proses Pembelajaran | | | | | |
| 2 | Pengaturan Waktu Pembelajaran | | | | | |
| 3 | Ketercapaian Kompetensi Siswa | | | | | |
| 4 | Perencanaan Produksi | | | | | |
| 5 | Pelaksanaan Produksi | | | | | |
| 6 | Pemasaran | | | | | |
| 7 | Layanan Purna Jual | | | | | |
| 8 | Kelembagaan | | | | | |
| 9 | Keuangan | | | | | |
| 10 | SDM | | | | | |
| 11 | Fasilitas | | | | | |
Keterangan
1. Memenuhi Semua Indikator Yang Dipersyaratkan (Nilai 4)
2. Memenuhi 3 Indikator Yang Dipersyaratkan (Nilai 3)
3. Memenuhi 2 Indikator Yang Dipersyaratkan (Nilai 2)
4. Memenuhi 1 Indikator Yang Dipersyaratkan (Nilai 1)
5. Tidak Memenuhi Semua Indikator Yang Dipersyaratkan (Nilai 0)