Siapa yang tidak kenal Superman? manusia dengan kekuatan khusus untuk membasmi segala bentuk kejahatan yang ada. Karakter kuat, berkharisma dan suka menolong dengan pakaian berwarna biru dan merah, bertuliskan huruf “S” di dadanya. Siapa pun yang melihat pasti akan terpesona.
Sebagai tokoh fiktif yang hanya ada dalam film fiksi, Superman hadir memberikan angin segar akan kemampuan yang dimiliki. Meskipun begitu tetap saja karakternya selalu dalam ingatan. Semua orang pasti mengingat, entah anak kecil, remaja hingga dewasa.
Terus apa hubungannya Superman dengan polisi masa kini? Jelas ada dong. Superman selalu hadir untuk menolong orang yang mengalami kesusahan atau tindak kriminal, sama seperti yang polisi lakukan. Tetapi, bukan berarti polisi masa kini harus jadi Superman. Tentu tidak. Kesamaan karakter lah yang membuat polisi masa kini berpeluang memiliki kemampuan seperti Superman.
Zaman telah berubah, pemeran utama dan beberapa seri Superman juga terus bermunculan serta berganti. Terus bagaimana dengan polisi harapan masyarakat? Bisa jadi juga mengikuti perubahan zaman. Terus menyesuaikan dan terus mengayomi masyarakat.
Begitupun jika ditanya terkait sosok polisi yang diimpikan. Bagiku ada beberapa harapan terkait polisi impian zaman sekarang. Tidak harus kok seperti Superman tetapi tetap bisa mengayomi. Apa saja itu?

1. Polisi itu harus melek teknologi
Akhir tahun 2019, sebelum pandemi menyapa Indonesia. Alhamdulillah, diberikan rezeki untuk melancong ke Singapura. Iya, Singapura. Negara dengan luas wilayah dan jumlah penduduknya paling sedikit di Asia Tenggara. Tetapi, di negara ini entah mengapa jumlah turisnya banyak sekali.
Tetapi terlepas dari itu, ada hal unik yang sempat menjadi tanda tanya. “Mengapa di negara ini tidak pernah terlihat polisi lalu-lalang atau hanya sekadar melakukan pengawasan patroli di salah satu sudut kota?”.
Padahal, keramaian selalu saja ada disana-sini. Entah di pusat perbelanjaan, area wisata, pusat kuliner, stasiun MRT hingga area-area umum lainnya. Berbeda sekali dengan kondisi di negara kita, di Indonesia. Tidak perlu jauh-jauh, sebut saja Jakarta sebagai ibukota negara.
Polisi sangat mudah ditemui. Apalagi jika waktu berangkat dan pulang kerja. Polisi selalu ada di area rawan-rawan kemacetan dan di beberapa sudut kota lainnya. Terus, kenapa hal ini benar-benar berbeda?. Ternyata oh ternyata, polisi di Singapura sudah benar-benar memanfaatkan kemajuan teknologi dalam pengawasan.
Sadar atau tidak, kinerja polisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat barulah memasuki fase baru akan pemanfaatan teknologi. Saya ingat dengan benar, di awal-awal tahun 2010 ketika pertama kali melakukan pengurusan SIM. Selepas pintu penjagaan SAMSAT atau Polres, yang dihadapai pertama kali bukanlah petugas yang melayani untuk pembuatan SIM tetapi calo. Iya. Calo. Mungkin karena pembuatan SIM saat itu masih banyak celah sehingga para calo lebih leluasa untuk menjalankan aksinya.
Transformasi pembuatan SIM pun secara bertahap mengalami kemajuan. Mulai dari penyelenggaraan SIM Keliling di berbagai daerah di Indonesia hingga layanan perpanjangan SIM Online yang saat ini baru ada di beberapa kota besar saja. Dari sini saya pun mulai menyadari bahwa memang sejatinya polisi itu harus melek teknologi. Kehadiran sistem online benar-benar membantu masyarakat, seperti pembuatan SIM online. Dengan begitu tidak ada lagi kepentingan calo di dalamnya sehingga biaya dan proses pembuatannya sama di seluruh daerah.
Meleknya teknologi juga bukan hanya dalam hal pembuatan SIM tetapi juga dalam penerapan sanksi kepada masyarakat atas pelanggaran yang dilakukan. Kemampuan pengawasan keamanan menggunakan kemajuan teknologi sudah saatnya dimiliki oleh setiap insan Polri yang bertugas sesuai divisinya. Tujuannya jelas, agar mempermudah sistem dan proses pengawasan hingga penerbitan denda dengan harapan akan menimbulkan efek jera buat pelaku dan ujung-ujungnya terciptanya kenyamanan di masyarakat dengan mengandalkan kemampuan teknologi yang dikontrol oleh polisi.
2. Polisi itu memiliki karakter bersahabat
Kembali ke salah satu karakter Superman yang juga memiliki akal dan naluri sehingga sangat bersahabat dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya, meskipun memiliki kemampuan super. Hal ini pula bisa menjadi harapan buat para polisi zaman sekarang.
Karakter tegas pada polisi memang sangat penting untuk dimiliki karena menjadi bagian dari tugas polisi untuk mengawasi segala bentuk tindak kriminal. Tetapi, polisi juga sebaiknya memiliki karakter bersahabat untuk mempertegas fungsi polisi sebagai pengayom masyarakat. Dekat dengan masyarakat dan menciptakan suasana bersahabat pastinya menjadi harapan masyarakat ke depan akan sosok polisi yang diimpikan.
![]() |
| (Sumber: www.tabengan.com) |
Saya ingat benar, ketika berkunjung ke salah satu sekolah dasar di sekitar pegunungan Verbeek. Kala itu, saya melontarkan satu pertanyaan keseluruh siswa yang ada di dalam kelas. “Kalian punya cita-cita seperti apa ke depannya?”, mayoritas anak laki-laki menjawab, “ingin jadi polisi”.
Bagi mereka, polisi memang sosok yang diimpikan karena seragamnya. Tetapi terlepas dari itu ternyata dibalik jawaban mereka terlintas penjelasan bahwa, “menjadi polisi agar bisa melindungi keluarga dan masyarakat di tempat tinggal mereka”.
Nah, jika mereka tumbuh sebagai polisi masa depan, sudah pasti mereka harus memiliki karakter bersahabat agar masyarakat bisa lebih dekat dan pastinya bisa lebih memahami akan fungsi dan tugas polisi.
3. Polisi itu harus jujur dan transparan
Mengingat kata jujur dan transparan, saya langsung tertuju pada satu nama yaitu Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hoegeng Imam Santoso yang merupakan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5 pada tahun 1968-1971.
Meskipun beliau bukan Superman, tetapi Jenderal Hoegeng menunjukkan kepribadian yang luar biasa akan sifat jujur dan transparan. Selama menjabat, beliau sangat menjunjung tinggi integritas dan nilai kejujuran. Beliau bahkan menolak pemberian hadiah. Begitupun jika diberikan upeti, beliau langsung menolaknya mentah-mentah.
Masyarakat pastinya menginginkan polisi impian itu seperti Jenderal Hoegeng dengan sifat jujur dan transparannya selama masa jabatan. Dengan begitu, masyarakat akan lebih menghormati dan menyayangi keberadaan polisi di sekitar mereka. Polisi yang jujur pastinya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga ujung-ujungnya juga bisa menciptakan kenyamanan.
Polisi memang terlahir sebagai manusia biasa, bukan seperti Superman. Tetapi polisi juga bisa bertransformasi sesuai karakter dan harapan tersebut demi terciptanya polisi yang PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

