Semua review disini murni pendapat pribadi dan tidak berniat menjelekkan atau mengagungkan karya orang lain. Setiap orang memiliki selera bacaan masing-masing. Terima kasih.
![]() |
| sumber: goodreads |
Judul: Love, Hate & Hocus - Pocus
Penulis: Karla M. Nashar
Tanggal Terbit: 29 Juli 2019 (publish pertama 2008)
Jumlah Halaman: 264 halaman
ISBN: 9789792289619
Bahasa: Indonesia
BLURB
Hate at first sight. Itulah definisi yang tepat untuk menggambarkan Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Mereka partner kerja yang dinamis––sedinamis gejolak permusuhan yang terus meletup di antara mereka berdua.
Menurut Gadis, Troy Mardian adalah contoh sempurna tipe manusia yang tercabut dari akarnya. Jelas-jelas asli Indonesia, kok pakai bertingkah ala bule? Rambut dicokelatin, ngomong bahasa Inggris, barang-barang harus label desainer, dan mati-matian mempertahankan imej metroseksual biar tetap bisa menyandang gelar The Most Eligible Bachelor in Indonesia.
Sedangkan menurut Troy, Gadis Parasayu (atau Paras Ayu) adalah nama terkonyol yang pernah didengarnya. Di Amerika tempat Troy dibesarkan, nggak ada orangtua yang cukup gila menamai anak mereka dengan Beautiful Face Girl. Narsis sekali! Okelah, wajahnya memang eksotis plus lekuk bodi bak JLo, tapi masa sih suka banget pakai merek lokal?
Hanya satu persamaan mereka. Sama-sama nggak percaya hocus-pocus, ramal-meramal, paranormal, astrologi, atau apa pun yang berhubungan dengan dunia pernujuman.
Lalu apa yang terjadi saat mereka terbangun pada suatu Minggu pagi cerah, dan mendapati diri mereka berada di ranjang yang sama dalam kondisi bak Adam dan Hawa saat pertama kali terdepak dari Firdaus––bugil, plus cincin kawin yang melingkari jari manis masing-masing, serta memori samar tentang pernikahan yang mereka lakukan tiga belas hari yang lalu?!
BACA JUGA: [REVIEW] METROPOP: SECOND CHANCE - FLARA DEVIANA
REVIEW
Kali ini aku gak akan membagikan synopsis versi aku karena bukunya yang cukup singkat dan kalau aku beberkan malah akan jadi major spoiler, jadi langsung nikmati reviewnya!
Aku tau buku ini karena sering banget disaranin buat orang-orang yang nyari buku romance dengan enemies to lovers trope tapi khusus dibuat oleh penulis lokal. Karena udah lumayan familiar dengan trope ini akhirnya aku memutuskan untuk baca dan ternyata buku ini dilabeli Metropop Klasik oleh Gramedia.
Usut punya usut ternyata ini buku terbit pertama kali tahun 2008. Lebih kaget lagi karena ditulis oleh penulis yang aku sukain banget buku teenlitnya waktu masih sekolah. Kaget dan gak nyangka sih, karena aku udah tau dan masih inget banget gimana aku suka buku beliau dan familiar juga dengan gaya nulisnya, dan akhirnya aku memutuskan untuk baca deh buku ini.
Karla M. Nashar pasti menyelipkan sesuatu yang magis di bukunya. Tak ketinggalan buku ini pun begitu, dimana tokoh utamanya, Gadis dan Troy, dibuat jatuh cinta, tunangan, dan menikah dalam kurun waktu 13 hari padahal mereka terkenal musuh bebuyutan alias berantem terus. Apa yang terjadi setelah 13 hari? Mereka sadar dan kembali saling benci tapi uniknya selain benci, rasa cinta itu masih ada juga di hati mereka dan apa yang mereka lakuin selama 13 hari semuanya bisa mereka ingat jelas banget.
Tapi, untuk mencapai titik dimana mereka tiba-tiba sudah menikah itu lama banget perjalanannya. Di awal buku penulis lebih menanamkan karakter mereka yang selalu berantem kayak anjing dan kucing. Apa aja di berantemin. Oh iya mereka ini partner kerja sih dan ini yang memperparah keadaan karena muncul masalah besar di perusahaan mereka dan mereka berdualah yang harus menyelesaikan masalah itu.
Jujur aja aku malah kurang suka dengan adegan berantemnya Troy dan Gadis ini. Menurutku terlalu kekanak-kanakan banget padahal umur mereka udah 20 tahun keatas, aku pribadi malah kayaknya belum pernah baca pertengkaran yang beneran tiada hentinya ini. Apalagi kalo menurutku dasar kebencian mereka tuh gak kuat-kuat amat hahaha kayak karena cuma beda preference lifestyle aja tapi pertengkarannya heboh banget (bahkan sampe depan big bos 🤦♀️). Ini jadi salah satu yang bikin aku baca lama banget dan males baca padahal bukunya tipis gak nyampe 300 halaman.
Porsi sweet antara keduanya juga dikit banget karena kerjanya berantem terus itu. Bahkan setelah mereka sadar dan dalam keadaan nikah, kayak gak berubah-berubah amat sikap mereka berdua. Cuma kayak lebih sadar posisi doang trus karena suatu kejadian *pufff* mereka tiba-tiba jadi suami istri sesungguhnya hahaha. Emang sih udah ada tanda-tanda ketertarikan sedikit-sedikit tapi aku tidak puas dari buku ini.
Mungkin sebenarnya ini bisa jadi karena ada buku keduanya kali ya. Yap, masih ada dong lanjutannya jadi kalian tau kalo ending-nya akan menggantung dan kisah mereka dibahas lebih banyak di buku kedua (yang 2x lipat lebih tebal). Tapi, sampe aku menulis review ini aku belum memutuskan untuk lanjut baca lagi atau tidak makanya aku langsung tulis reviewnya dan bukan dalam review series.
Secara kesuluruhan aku kasih rating 3.5/5 ⭐ untuk buku ini. Lumayan menghibur sih karena beberapa part bagiku ada yang kocak dan mengundang tawa, ide ceritanya juga segar karena mengandung magis. Sayang mood-ku turun karena tokoh utamanya yang aku kurang sukai cara ‘berantemnya’ hahaha. Buat yang mau nyobain buku romance dengan ada unsur magisnya tapi tetep mudah dicerna bisa banget baca buku ini!
BACA JUGA: [REVIEW] METROPOP: BLUE MORPHO - SEKAR AYU ASMARA
